Akui Saja, Kamu Menyukainya

  1. Ketika kamu bersikeras memberitahu semua orang kalian ‘hanya berteman’ meskipun kalian berdua tahu hubungan kalian lebih dari itu.
  2. Kamu selalu kecewa ketika ada orang lain bergabung dengan kalian — padahal kamu hanya ingin berdua.
  3. Kalian berbagi rahasia yang tak semua orang mengetahuinya.
  4. Jantungmu berdegup kencang ketika ia menyukai foto profilmu.
  5. Kamu pura-pura tak peduli ketika ia memberitahmu bahwa ia sedang naksir perempuan baru.
  6. Kamu pura-pura jijik ketika orang berasumsi kalian adalah pasangan…
  7. …tapi di satu waktu itu juga membuatmu bahagia.
  8. Kamu komplain soal cowok lain di depannya…
  9. …tapi kamu juga senang ketika ia juga tak menyukai orang lain genit padamu.
  10. Ia rajin mengingatkanmu soal kebaikan-kebaikan mantan pacarmu.
  11. Faktanya, kamu berhasil move on karena kehadirannya di sisimu.
  12. Kamu sering menggodanya dengan perempuan lain.
  13. Kalian membicarakan soal hubungan kalian yang lebih dalam dari sekedar teman…
  14. …tapi kamu sebenarnya hanya ingin mengetahui perempuan seperti apa yang memikat hatinya.
  15. Kamu merasa khawatir jika perempuan lain akan melukainya, namun kamu tak memiliki hak untuk membatasi pergaulannya.
  16. Kamu berkata pada dirimu sendiri agar ikut bahagia jika ia demikian adanya.
  17. Tapi beberapa bagian dari dirimu kecewa ketika semua berjalan dengan baik antara ia dan perempuannya.
  18. Dan kamu membenci dirimu sendiri, karena kamu peduli padanya.
  19. Kamu merasa bahwa ia jauh lebih pantas untuk bersamamu.
  20. Kamu sering mengirim pesan dengan emoji-emoji aneh.
  21. Kalian punya panggilan lucu tersendiri yang hanya kalian berdua mengerti.
  22. Kapanpun kamu melihatnya langsung, kamu mendadak menjadi tak percaya diri pada penampilanmu. “Apakah aku cukup cantik hari ini?”
  23. Dan kamu benar-benar memerhatikan reaksinya ketika melihatmu.
  24. Ketika seseorang menggoda kalian dengan lelucon asmara, kamu hanya bisa tertawa.
  25. Kamu tak mau merusak hubungan kalian dengan berkata aneh-aneh…
  26. … atau mungkin belum saatnya.
  27. Dan alasannya adalah kamu tak bisa membayangkan bagaimana kehidupanmu nanti jika ia mendadak menghilang dari hadapanmu.
  28. Kamu tak bisa mengambil resiko seberat itu.
  29. Dan kamu hanya bisa menghitung hari demi hari sementara kamu meyakinkan dirimu sendiri bahwa perasaan ini bukanlah apa-apa…
  30. … ketika ia adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *