The Leap Year ((The-so-late-post-that-i-almost-forgot))

2016.

2012.

2008.

Leap year, 2008.

Februari tahun ini biasa saja rasanya. Aku dan seragam SMAku tak terlalu berminat menggali tahun dengan ekstra satu hari ini. Kehidupan awal seorang siswi SMA jurusan bahasa yang selalu bergumul dengan kumpulan kata nampaknya tak memerhatikan romantisme tahun kabisat.

Baiklah.

Aku tak akan membahasnya lebih jauh. Karena memang tak ada yang istimewa dengan semua kenangan SMA kecuali soal patah hati pertama, pacar pertama, konflik pertama dengan orang tua, dan betapa bodohnya kita karena membiarkan diri untuk bertingkah sesuka hati.

And here I am.

Duduk di depan kelas dengan tatapan ke arah seorang anak lelaki dari kelas sebelah. Aku tak tahu kenapa tapi sebelumnya aku tak pernah memerhatikan seseorang dengan begitu intens seperti saat ini.

“Namanya Rizal.” Bisik temanku suatu hari.

Halo, Rizal.

Selamat datang.

Leap year, 2012.

“Sialan, aku bangun telat!”

Tergopoh-gopoh aku berlari ke kamar mandi. Cuci muka dan sikat gigi. Masalah mandi biar saja terlewati. Yang penting pagi ini aku tak terlambat lagi.

Dengan sepatu dalam keadaan tak tertali aku berlari menuju sepeda gunung hijau yang selama ini menemani. Kukayuh ia sampai akhirnya sampai di gerbang kampus yang dengan terpaksa kumasuki.

Tentu saja aku berlari menuju ruang kelas yang mendadak entah di mana aku lupa letaknya. Tiba-tiba kumpulan kertas tugasku terjatuh dan berantakan sebelum aku bisa menjejakkan kaki di kelas.

“Bangsat.” Gerutuku sambil memungut satu demi satu lembaran kertas sialan.

Tak kusadari ada sepasang mata yang mengawasi. Seakan lupa bahwa ibu pernah berpesan agar aku selalu tersenyum manis, yang jelas pagi itu sudah cukup brengsek untuk kumaki. Sehingga tatapan lelaki yang nantinya akan memberi warna di perjalananku itu tak lagi kugubris.

Dengan langkah kilat aku berlari menuju lantai tiga, tempat di mana kuliahku sedang berlangsung meski sudah beberapa menit yang lalu. Makian dari dosenku langsung membuatku lupa bahwa ada seseorang di kampus ini yang diam-diam memerhatikanku.

.

“Yuk sepedaan.” Ajaknya di akhir Februari.

“Malam ini?”

“Kenapa nggak?” Ucapnya mantap.

“Oke. Kutunggu di depan kosku jam 7 malam, kita bersepeda ke pusat kota.” Jawabku.

..

Siapa yang menyangka bahwa hari itu adalah terakhir kalinya kami berdua bisa menghabiskan waktu bersama.

Sebelum akhirnya ia memutuskan untuk selamanya bersama yang lainnya.

Leap year, 2016

Jam 11 malam. Rasanya baru tadi jam 3 siang dan sekarang sudah hampir tengah malam. Entah kenapa semakin lama hidupku semakin hambar saja rasanya. Tak kutemukan semangat yang lebih memotivasi selain membayar tagihan kartu kredit di setiap bulannya dan memastikan bahwa mobil dan motor baik kondisinya.

Urusan pekerjaan sudah bukan menjadi masalah ketika kamu memang mendapatkan apa yang kamu inginkan. Menulis dan dibaca jutaan orang adalah hal paling indah yang mungkin bisa kamu dapatkan.

“Ternyata ini tahun Kabisat ya…” Gumamku suatu hari sambil memandangi angka di layar gawai.

Kabisat tahun ini rasanya tak akan ada hal yang spesial. Just me and myself agonizing in pain at the corner of a coffee shop accompanied by a gorgeous barista with a glasses on his face. God knows I never ever getting the courage to deny a glasses guy. Thank God his coffee is good so I can make another excuses to myself for coming to his coffee shop every Saturday.

And what am I getting for Leap Year day?

Shitty memories, that’s what I’m getting on Leap Year day.

Oh menginjak kepala dua di tahun ketiga nampaknya tak sebegitu menyeramkan seperti yang kukira, atau mungkin aku belum sampai ke bagian buruknya saja. Because someone told me that I’m already in the mid-quarter-life crisis and I can’t stop think about it.

Meh.

Just please hang on.

Universe maybe wanna play with you a lil bit, but please dont quit. Cry as much as you want but never let those shit get you down.

Selamat tahun Kabisat. Let’s celebrate this rare day with go back to sleep.

Good night.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *