Mencintaimu Itu Seperti…

 

Mencintaimu itu seperti berada di rumah sendiri.

Seperti rumah yang dilengkapi jendela, namun tak ada cahaya yang bisa memasukinya dan di dalamnya terdapat surga yang memabukkan. Keintiman yang kita bagi di ruang tamu akan selalu menyebar di setiap ruangan dan setiap sela di mana tubuh kita biasa berpelukan. Seperti labirin yang dipenuhi oleh aroma tubuhmu, tatapanmu, dan sentuhanmu. Seperti dunia yang kita ciptakan dan rasanya tak ingin aku berpindah.

Mencintaimu adalah sebuah petualangan.

Rasanya jantungku keluar dari tubuh, dan tubuhmu adalah semesta yang selalu memelukku. Mencintaimu adalah rasa mabuk di malam hari dan pening ketika pagi. Mencintaimu akan selalu menguji batasku untuk pergi ke tepi. Mencintaimu adalah antisipasi untuk setiap hal yang keluar dari bibirmu, meskipun hanya itulah yang kumau. Mencintaimu adalah kemustahilan yang menjadi nyata. Mencintaimu adalah menyaksikan seluruh dunia terbakar dan kita berdua ada di dalamnya. Mencintaimu adalah sebuah bencana nyata di kehidupan kita berdua.

Mencintaimu adalah pulang ke rumah.

Mencintaimu adalah sebuah dunia yang ada di bawah air, penuh kedamaian dan ketenangan. Mencintaimu adalah keheningan mustahil yang menjadi hal paling keras dari setiap suara yang pernah kudengar. Mencintaimu adalah sensasi paling sederhana dari kecukupan jantungku untuk berdetak bersamamu. Mencintaimu adalah menyaksikan dunia berputar saat kita berdua terpisah. Mencintamu adalah satu-satunya rumah yang kutahu, dan satu-satunya tempat yang membuatku merasa aman untuk memejamkan mata.

Mencintaimu adalah bencana dan kerusakan.

Seperti pecahan kaca yang membelah kulit. Mencintaimu adalah sebuah ketakutan akan kehilangan, sebuah penyakit menular yang rasanya tak bisa disembuhkan. Mencintaimu adalah sebuah kemustahilan untuk menyatukan dua pikiran, dan mampu membuatku melupakan semua kebencian yang selama ini kurasakan terhadap dunia. Mencintaimu adalah sebuah kegilaan yang tak bisa disingkirkan.

Mencintaimu adalah sebuah obat yang paling kuat dan memabukkan.

Rasanya seperti pagi hari menyelimutimu. Rasanya seperti seluruh dunia ada di dalam dirimu sementara di luar sana kamu kepayahan membangun rumah untuk kita berdua. Mencintaimu adalah sebuah kecanduan yang makin nyandu. Mencintaimu adalah sebuah obsesi yang tak bisa aku tepis lagi.

Mencintaimu adalah ketulusan dan hasrat.

Mencintaimu juga sebuah kekacauan serta ketenangan. Mencintaimu adalah sebuah kompulsif yang tak bisa disembuhkan. Mencintaimu adalah intensitas yang mentah dan tak dibuat-buat. Mencintaimu adalah sebuah perpaduan air dan api.

Mencintaimu adalah semua luka yang dirasakan Adam dan Hawa ketika mereka dikeluarkan dari surga.

Mencintaimu adalah sebuah kecanduan yang tak bisa disembuhkan.

Rasanya nikmat untuk berhasil sembuh dari ketergantungan. Namun rasanya juga nikmat ketika kita melayang.

Rasanya nikmat untuk mampu berpikir bersih dan nyata sendirian. Namun rasanya juga nikmat ketika aku tak lagi bergantung pada dirimu.

Dan rasanya terlalu nikmat untuk pernah jatuh cinta denganmu.

Pancene kowe ki asu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *